Update Berita Terbaru 2018

Kamis, 26 Juli 2018

Pesta Rakyat Festival Sriwijaya siap ramaikan Asian Games 2018


Palembang benar-benar siap menyambut Asian Games 2018. Setelah ditunjuk sebagai tuan rumah dengan Jakarta, Ibukota Sumatera Selatan menyiapkan berbagai pesta rakyat. Salah satunya Festival Sriwijaya yang akan digelar pada 22 hingga 27 Agustus 2018 di Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Festival Sriwijaya adalah momentum untuk mempromosikan Palembang saat Asian Games. Ia menyebut jika Asian Games 2018 akan diserbu sekitar 50 ribu wisman di Palembang.

"Momentum tersebut harus dimanfaatkan. Palembang yang jadi role model sport tourism, harus bisa menyambut para wisatawan yang hadir dengan hospitality," paparnya.

Menteri Arief menambahkan, Kementerian Pariwisata juga memanfaatkan event Asian Games untuk mendatangkan banyak wisatawan ke destinasi wisata di Indonesia.

"Momen Asian Games 2018 baik untuk melakukan promosi. Baik oleh para pengusaha, maupun destinasi wisata di Palembang. Momentum ini juga dimanfaatkan Kementerian Pariwisata, untuk menarik wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Menurut data Kemenpar jumlah wisman untuk Kuliner dan Belanja sebesar 30 hingga 40 persen," ujar Menpar Arief Yahya.

Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, Festival Sriwijaya yang ke-27 ini akan bercerita tentang kebudayaan, pariwisata dan pesta rakyat pada masa lampau.

"Selama Asian Games nanti kita ada dua festival yang digelar di Jakabaring dan BKB. Festival ini akan bercerita tentang kebudayaan, serta bagaimana perjalanan budaya yang akhirnya menjadi destinasi wisata," ujar Ni Wayan Giri.

Rencananya, Festival Sriwijaya akan diikuti 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Mereka akan menyajikan tarian, drama musikal, lagu daerah, juga kuliner.

Tujuan festival ini adalah untuk untuk melestarikan nilai-nilai budaya. Juga meningkatkan citra Sumatera Selatan sebagai daerah tujuan wisata. Harapannya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Juga, menampilkan puncak kreativitas daerah yang merefleksikan orisinalitas, kemandirian dan kearifan lokal.

"Festival Sriwijaya ini akan menjadikan Sumatera Selatan sebagai tujuan nasional utama. Terlebih momentumnya tepat yaitu Asian Games. Ribuan mata akan tertuju ke Palembang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Festival Sriwijaya 2018 akan dimulai dengan sebuah bioskop mobile yang akan menyaring film-film pendidikan, budaya dan pariwisata, diikuti oleh sebuah acara pembukaan yang diikuti oleh 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Selanjutnya, akan menggelar lomba melukis, pameran dan pentas seni.

Selain itu, akan ada panggung yang menampilkan pertunjukan musik etnik, parade musik jalanan, parade dul muluk dan pertunjukan budaya dari kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Pada sesi berikutnya, acara utama akan mencakup lokakarya dan diskusi tentang budaya Sumatera Selatan. Acara penutupan akan digelar pada hari terakhir, serta pagelaran budaya dari enam kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Festival sendiri digelar dari 8 Agustus hingga 2 September. Nantinya panitia pelaksana akan menampilkan berbagai pertunjukan, mulai komunitas, UKM, seni, kebudayaan dan para pelaku wisata.

"Khusus di Jakabaring, nanti ada acara outdoor dan performance setiap harinya dari pukul 17.00 WIB. Ada tarian masal, karena ada 4.000 tamu undangan yang hadir saat Asian Games tanggal 18 Agustus," kata Esthy.

Selain menggelar festival, pemerintah juga akan menawarkan paket wisata, seperti tur kota tiga hari di Palembang dan perjalanan belanja empat hari.

"Kami support penuh pelaksanaan Asian Games di Palembang. Termasuk pada penyelenggaraan Festival Sriwijaya yang digagas Disbudpar Sumatera Selatan. Bahkan untuk di sungai Musi nantinya akan ada festival perahu bidar hias dan permainan tradisional," tutur Esthy yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata.
0

0 komentar:

Posting Komentar